Dalam keseharian orang Batak sudah tentu sudah sering mendengarkan kata "emma tutu". Kata tersebut biasanya diucapkan dalam acara adat, baik itu acara pernikahan, acara duka atau acara lainnya yang di dalam upacara itu mengucapkan setidaknya satu atau dua kata umpasa (pepatah). Kata di atas biasanya diucapkan setelah kepala adat atau seseorang mengucapkan pepatah orang Batak yang sering disebut dengan "umpasa". Perkataan itu menunjukkan sikap dan doa, mengiakan atau mengaminkan pesan yang tersirat dalam kata-kata pepatah itu. Misalnya:
Lalu orang yang mendengarkannya akan mengucapkan "emma tutu" sebagai ungkapan untuk mengiakan, mengaminkan, ya jadilah demikian. Demikianlah artinya.
Namun, kata yang sebenarnya bukanlah "emma tutu", tetapi "i ma tutu". Kata "i" berarti "itu", kata "ma" berarti "lah" dan kata "tutu" berarti "benar". Jadi secara harfiah kata ini berarti "itulah yang benar". Dengan mengucapkan kata ini maka orang yang mengucapkannya mengaminkan perkataan, pepatah yang telah diucapkan. Jadi kata "i ma tutu" lah kata yang sebenarnya. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.
1 komentar